Dunia percintaan terus berevolusi, begitu juga dengan istilah yang digunakan di dalamnya. Kalau kosakata dating kamu masih berkutat di istilah lama seperti “Netflix and Chill”, bisa jadi kamu mulai tertinggal. Generasi Z membawa banyak istilah relationship baru yang kini makin sering muncul di media sosial, dating apps, hingga obrolan sehari-hari.
Memahami istilah-istilah ini bukan cuma soal ikut tren, tapi juga membantu kamu lebih peka membaca situasi hubungan. Mulai dari fase pendekatan, hubungan tanpa status, sampai tanda-tanda perilaku toxic, semuanya kini punya sebutan sendiri.
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami latar belakang generasi yang melahirkan istilah-istilah ini.
Mengenal Milenial, Gen Z, dan Gen Alpha
Generasi Milenial adalah mereka yang lahir sekitar 1980 hingga pertengahan 1990-an. Mereka tumbuh di masa transisi dari dunia analog ke digital, menyaksikan internet berkembang, dan mengenal media sosial sejak awal kemunculannya.
Sementara itu, Generasi Z adalah mereka yang lahir di akhir 1990-an hingga sekitar 2010. Gen Z tumbuh di era smartphone, media sosial, dan budaya digital yang serba cepat. Mereka dikenal lebih ekspresif, terbuka, dan kreatif dalam menciptakan bahasa baru, termasuk istilah relationship yang kini populer.
Setelahnya ada Generasi Alpha, yaitu mereka yang lahir setelah 2010. Generasi ini sudah akrab dengan teknologi canggih dan kecerdasan buatan sejak kecil. Bahasa dan istilah yang mereka gunakan pun semakin spesifik dan unik. Bahkan, sejak 2025, dunia mulai memasuki era Generasi Beta.
Tak heran jika istilah relationship dari Gen Z dan Gen Alpha terdengar asing bagi generasi sebelumnya. Namun justru di situlah menariknya. Istilah-istilah ini mencerminkan cara pandang baru terhadap hubungan modern.
Istilah Relationship Gen Z yang Wajib Kamu Tahu
Rizz
Rizz adalah singkatan dari charisma. Istilah ini menggambarkan kemampuan seseorang untuk menarik perhatian atau memikat gebetan lewat gaya bicara, sikap, atau kepribadian yang menawan.
Situationship
Situationship merujuk pada hubungan di zona abu-abu. Lebih dari sekadar teman, tapi belum bisa disebut pacaran. Ada kedekatan emosional atau fisik, namun tanpa status dan komitmen yang jelas.
Talking Stage
Fase awal pendekatan ketika dua orang intens berkomunikasi untuk saling mengenal dan mencari kecocokan, sebelum memutuskan melangkah lebih jauh.
Ick
Ick adalah rasa ilfeel yang muncul secara spontan karena hal kecil yang mengganggu. Sekali muncul, perasaan ini sering sulit dihilangkan.
Benching
Benching terjadi ketika seseorang memberi perhatian secukupnya agar kamu tetap tertarik, tapi di saat yang sama masih menjajaki pilihan lain.
Breadcrumbing
Memberi perhatian kecil secara tidak konsisten tanpa niat menjalin hubungan serius. Tujuannya hanya untuk menjaga ketertarikan tetap ada.
Delusionship
Hubungan khayalan yang hanya hidup di pikiran sendiri. Kamu merasa seolah punya hubungan spesial, padahal tidak ada koneksi nyata.
Ghosting
Mengakhiri komunikasi secara tiba-tiba tanpa penjelasan. Tidak ada pesan, telepon, atau klarifikasi apa pun.
Love Bombing
Perilaku tidak sehat berupa pemberian perhatian dan pujian berlebihan di awal hubungan dengan tujuan mengontrol atau memanipulasi pasangan.
DINK
Singkatan dari Double Income, No Kids. Gaya hidup pasangan yang memilih tidak memiliki anak dan fokus menikmati hidup dengan dua sumber penghasilan.
DTR
Define The Relationship. Momen ketika seseorang mengajak bicara serius untuk menentukan status dan arah hubungan.
Groundhogging
Pola dating berulang dengan tipe pasangan yang sama, meski hasilnya selalu gagal, namun tetap berharap akhir yang berbeda.
Intentional Dating
Dating dengan tujuan jelas. Seseorang hanya menjalin hubungan dengan orang yang dianggap sejalan secara nilai dan visi hidup.
Love Haze
Fase jatuh cinta berlebihan yang membuat seseorang mengabaikan kekurangan dan tanda bahaya dalam hubungan.
Cushioning
Flirting dengan orang lain meski sedang menjalin hubungan, sebagai cadangan emosional jika hubungan utama berakhir.
Cuffing Season
Tren mencari pasangan sementara yang biasanya terjadi di akhir tahun atau musim liburan.
Nanoship
Hubungan singkat tanpa komitmen, sering kali hanya lewat chat atau media sosial, dan cepat menghilang.
Beige Flag
Sifat unik atau agak aneh dari pasangan yang tidak berbahaya, tapi cukup mencuri perhatian.
Future-Proofing
Membahas rencana dan tujuan jangka panjang sejak awal hubungan untuk memastikan kecocokan di masa depan.
Hardballing
Pendekatan dating yang sangat terbuka dan tegas soal tujuan hubungan sejak awal, bahkan sebelum kencan pertama.
Kittenfishing
Versi ringan dari catfishing, berupa kebohongan kecil saat menampilkan diri di dating apps.
Loud Looking
Menuliskan preferensi pasangan secara jelas dan terbuka di profil dating apps tanpa kode atau teka-teki.
Pocketing
Menyembunyikan pasangan dari lingkungan sosial, keluarga, atau media sosial.
Roommate Syndrome
Kondisi ketika pasangan yang lama bersama mulai kehilangan romantisme dan berperilaku seperti teman sekamar.
Slow Fading
Mengakhiri hubungan secara perlahan dengan mengurangi komunikasi, tanpa pembicaraan yang jelas.
Soft Launch
Mengumumkan hubungan secara samar di media sosial tanpa menampilkan identitas pasangan secara jelas.
Stonewalling
Perilaku toxic ketika seseorang menutup diri secara emosional saat terjadi konflik.
Textlationship
Hubungan yang hampir sepenuhnya berbasis chat tanpa kedekatan emosional yang mendalam.
Orbiting
Mantan pasangan berhenti berkomunikasi langsung, tapi tetap aktif memantau aktivitas media sosial.
Cookie Jarring
Menjalani hubungan seolah eksklusif, namun enggan berkomitmen penuh karena masih membuka peluang lain.
Flirtationship
Hubungan penuh flirting yang lebih dari teman, tapi tanpa komitmen resmi.
Affordating
Tren kencan hemat dengan aktivitas sederhana tanpa rencana mewah.
Memahami Istilah, Memahami Hubungan
Istilah relationship Gen Z bukan sekadar slang. Di balik kata-kata ini, tersimpan pola perilaku, ekspektasi, dan dinamika hubungan modern yang semakin kompleks. Dengan memahami istilah-istilah tersebut, kamu bisa lebih sadar posisi diri dalam sebuah hubungan dan menghindari situasi yang merugikan secara emosional.
Di era dating digital seperti sekarang, paham bahasa relationship adalah salah satu cara menjaga kewarasan dan kejelasan perasaan.

